Blog Entries
Menagih Resep Jitu Anies-Sandi untuk Jakarta
Category: Member Blogs

cerita sex Jakarta resmi punya gubernur dan wakil gubernur baru. Senin, 16 Oktober 2017 pukul 16.04 WIB, Presiden Jokowi melantik Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk memimpin Ibu Kota selama lima tahun ke depan.

Berbaju dinas putih-putih dan didampingi istri masing-masing, Anies dan Sandiaga tiba di Istana Negara pukul 15.05 WIB. Mereka hanya menebar senyum saat awak media berusaha untuk mewawancarainya.

Anies-Sandi sah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI usai pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi.

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," ujar Anies-Sandi secara bersamaan.

Pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini sesuai dengan Keppres 87 P Tahun 2017 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Masa Jabatan 2017-2022.

Selesai pelantikan, Anies-Sandi langsung menuju Balai Kota Jakarta untuk serah terima jabatan dan dilanjutkan dengan acara selamatan bersama warga Jakarta.

Anies-Sandi menyatakan akan langsung bekerja dan mewujudkan janji-janji saat kampanye.

"Kami berdua sudah tidak sabar lagi ingin bekerja, kita sudah persiapan enam bulan. Dan kami siap bekerja. Insyaallah Jakarta lebih baik," kata Anies Baswedan saat sertijab di Balai Kota Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.

Anies-Sandiaga mengaku sudah menentukan prioritas program untuk menjawab sejumlah persoalan Ibu Kota Jakarta.

"Yang bisa langsung bisa dikejar adalah aspek pendidikan. KJP Plus adalah program yang sudah lama ditunggu," ucap Sandiaga di Kebayoran Baru, Jumat, 13 Oktober 2017.

Rencananya, KJP Plus akan menjangkau anak sekolah usia 6-12 tahun. KJP Plus juga bisa digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B, dan C, madrasah, pondok pesantren, dan kursus-kursus keterampilan, serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.

Pendataan dan distribusi manfaat KJP Plus mengintegrasikan KJP dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program KJP Plus juga meningkatkan besaran manfaat penerima KJP bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. cerita sex

Pendidikan cuma salah satu persoalan Jakarta. Berikut sejumlah persoalan lain dan solusi yang ditawarkan Anies-Sandiaga: 

Perumahan

Perumahan menjadi masalah pelik bagi warga Jakarta. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Januari 2017 menyebut, hampir separuh (48,9 persen) warga Jakarta tidak punya rumah. DKI Jakarta kekurangan 302.319 unit hunian. 

Semasa dipimpin Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Pemprov DKI Jakarta berencana membangun 50.000 unit rumah susun di Jakarta hingga 2017.

Rusun-rusun yang dibangun itu bukan hanya diperuntukkan bagi warga miskin atau kurang mampu, tetapi juga warga kelas menengah.

Anies-Sandi, pada masa kampanye, menyebut masalah perumahan jadi pelik karena tingginya uang muka (down payment) yang mencapai 20-30 persen dari nilai properti.

Mereka pun menawarkan solusi dengan DP Rumah 0 Rupiah. Program ini  akan manyasar warga yang belum memiliki rumah. Kriterianya mereka berpenghasilan total rumah tangga sampai sekitar Rp 7 juta per bulan.

Ketua Tim Sinkronisasi, Sudirman Said, mengatakan telah mempersiapkan implementasi janji ini. Hanya, warga Jakarta harus bersabar menunggu program ini terealisasi. 

Sudiman Said memastikan janji DP Rumah 0 Rupiah belum terlaksana tahun ini. Program itu begitu kompleks, dan membutuhkan dukungan regulasi dari beberapa pihak.

"Kita perlu bicara dengan otoritas keuangan, bicara dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BI (Bank Indonesia) dan itu sudah kita mulai," ujar Sudirman.

Ia menyebut, inovasi program semacam ini pasti mendapat banyak tantangan. Selain regulasi, Anies-Sandi akan berhadapan dengan persoalan sumber dana dan lahan untuk mewujudkannya.

Meski demikian, Sudirman yakin program rumah DP 0 persen segera terealisasi.

 

Reklamasi Teluk Jakarta 

Reklamasi menjadi sorotan banyak pihak. Para penolak mengajukan beberapa alasan. Salah satu alasan, seperti disarikan LBH Jakarta, banjir di Jakarta bakal kian menggila. Sebab, reklamasi dianggap menghilangkan fungsi daerah tampungan yang memperbesar aliran permukaan.

Pada saat bersamaan, reklamasi diyakini mengurangi wilayah kelola nelayan tradisional dan memperparah pencemaran. Sehingga nelayan tradisional kehilangan sumber kehidupan mereka. 

Alasan lain, pertumbuhan karang di Kepulauan Seribu akan terganggu akibat tekanan bahan pencemar dan sedimen. Ditambah lagi dengan adanya perubahan arus yang semakin meningkat akan menghantam pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu.

Saat kampanye, Anies-Sandi  tegas menolak berlangsungnya proyek ini karena dinilai merugikan warga Jakarta. Pemerintah pusat sempat memutuskan moratorium proyek reklamasi beberapa bulan lalu.

Namun, sebelas hari menjelang pelantikan Anies-Sandi, situasi berubah. Kemenko Maritim memberi lampu hijau melanjutkan pembangunan proyek reklamasi ke Pemprov DKI melalui surat bernomor S-78- 001/02/Menko/Maritim/X/2017. Surat tertanggal 5 Oktober 2017 itu merupakan jawaban surat Pemprov DKI.

Sebelumnya, Pemprov DKI mengajukan surat ke Kemenko Kemaritiman pada 23 Agustus dan 2 Oktober 2017. Isinya meminta peninjauan kembali moratorium reklamasi.

Kemenko Kemaritiman melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov DKI. "Disepakati bahwa Reklamasi Pantai Utara Jakarta sudah tidak ada permasalahan lagi dari segi teknis maupun segi hukum," bunyi surat Kemenko Kemaritiman.

Surat yang sama juga menegaskan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mencabut sanksi administratif kegiatan PT Kapuk Naga Indah dan PT Muara Wisesa Samudra. Perusahaan-perusahaan itu merupakan pengembang pulau reklamasi C, D, dan G.

Terkait hal ini, Anies enggan berkomentar. "Soal itu semua sesudah saya bertugas," kata Anies di Gedung DPRD DKI, Selasa 10 Oktober 2017.

Dia menegaskan, baru berkomentar soal reklamasi usai dilantik. "Sekarang saya enggak dulu, uwis lho, kompor-kompor. Nanti aja nanti. Enggak, saya enggak komentar reklamasi, no comment," tandas Anies.

Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said mengatakan, tengah menyiapkan rekomendasi untuk kajian komprehensif reklamasi Teluk Jakarta.

"Reklamasi kita direkomendasinya jelas, ada kajian secara lebih komprehensif terhadap yang sudah dikerjakan baik secara fisik maupun dokumentasi," ujar Sudirman di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 13 Oktober 2017.

Sudirman menambahkan, kajiannya tersebut akan meliputi aspek hukum, lingkungan, ekonomi, hingga pemanfaatan publik. Kendati demikian, Sudirman belum bisa menyimpulkan langkah yang akan dilakukan Anies-Sandi.

RSS
Blog Categories
Search

October 2017 (5)
August 2017 (11)
July 2017 (21)
Recent Comments
No one has commented recently

Site Poll
Website Fund

This website is powered by Spruz